Bahasa Indonesia
Laatste nieuws
Nieuwsbrief
mei 2020
is verschenen
Help onze patiënten
ANBI-informatie
Volg ons

Yayasan Burung Manyar dari Belanda

oleh: RinRin >> kembali ke Cita-cita >> ke Publicaties
sumber: burungmanyar.local dan Buletin Bina Ginjal, edisi 14 (2007)    
     
Yayasan Burung Manyar dari Belanda
 
Burung Manyar, atau orang Belanda mengenalnya dengan sebutan Wevervogel. Burung jantannya merupakan salah satu pembuat sarang yang amat pandai dan dapat melindungi sang betinanya dengan baik. Burung ini
    
yang menjadi inspirasi bagi seorang romo Y.B. Mangunwijaya, yang juga arsitek gereja, pekerja sosial dan ahli filsafat dalam mengarang sebuah buku roman Burung-burung Manyar. Di kantor Romo Mangun itu pun pertama kalinya Jef Schaap, pendiri Yayasan Burung Manyar bertemu dengan Ari Krisnawati, seorang pasien paska cangkok. Keinginan dan cita-cita untuk dapat memberi bantuan perlindungan yang nyaman bagi pasien paska cangkok seperti layaknya ’burung manyar’ itulah yang mendorong Jef untuk kemudian mendirikan lembaga tersebut. Yayasan Burung Manyar mengelola sebuah lembaga keuangan untuk membiayai dan mengupayakan pendanaan obat immunosupresif yang harus diminum pasien paska cangkok seumur hidup baik melalui donatur maupun pengumpulan obat sisa pribadi atau di rumah-rumah sakit pendidikan.
Selain itu, yayasan ini juga berupaya memberikan bimbingan bagi pasien melalui surat menyurat serta menjalin kerjasama antara rumah sakit Universitas Amsterdam (AMC) dan beberapa yayasan ginjal di Belanda dengan Fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada serta rumah sakit Dr. Sardjito.
Yayasan Burung Manyarpun giat mengupayakan media penyuluhan kesehatan yang memuat informasi kesehatan yang berhubungan dengan ginjal, misalnya tentang makanan diit untuk pasien sakit ginjal, pengenalan penyakit ginjal lebih dini secara mandiri, pengenalan obat-obatan dengan pengaruh sampingannya, tindakan-tindakan preventif dan lain sebagainya. Diharapkan pasien yang dibantu oleh yayasan ini dapat dilibatkan dalam proses kegiatan mulia tersebut.
Saat ini, yayasan juga mulai menjajaki kemungkinan-kemungkinan mengadakan suatu mikrokredit bagi pasien untuk membiayai operasi transplantasi. Mikrokredit berarti peminjaman dana tanpa bunga. Acapkali keluarga pasien telah jatuh bankrut sesudah masa cuci darah, sehingga biaya untuk operasi harus dibantu.