Film
Bahasa Indonesia
ANBI
Word donateur
Laatste nieuws
Nieuwsbrief winter 2018
is gepubliceerd.
Sponsors
Volg – deel – steun

Hidup Kembali di Usia Cantik

oleh Linda >> Ary >> Informatie >> Publicaties
dari: Linda’s website, November 23, 2016
Ia menghabiskan masa mudanya dengan stigma ‘tidak dapat melakukan apa-apa’ setelah divonis gagal ginjal kronis (GGK). Kala itu usianya masih 19 tahun, Ia tengah menempuh kuliah jurusan kedokteran di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Ia pun harus merelakan cita-citanya pupus.

Ary Krisnawati namanya, kini Ia telah menjalani hidup sebagai pasien GGK selama 21 tahun dan melakukan cuci darah dua kali seminggu. Tetapi stigma yang dulu menghantuinya telah lenyap. Di usianya yang memasuki kepala empat Ia telah menemukan tujuan hidupnya.

Meski Ia tidak dapat melanjutkan kuliah kedokterannya, Ia masih memiliki semangat untuk menolong orang lain. Kemajuan teknologi dan perkembangan sosial media membuat Ary lebih mudah berinteraksi dengan banyak orang, terutama dengan sesama pasien GGK.

Sejak enam tahun silam Ia aktif dalam kelompok Hidup Ginjal Muda, sebuah gerakan para pasien gagal ginjal melalui sosial media facebook yang menolak stigma ‘GGK = tidak bisa apa-apa’.

Melalui grup facebook tersebut Ary membagi pengalamannya selama menjadi pasien GGK dan memberi semangat bagi mereka yang baru divonis. Jangkauannya pun tidak hanya Yogyakarta, tetapi seluruh Indonesia.

Dua puluh satu tahun menjadi pasien GGK tentu tidak mudah baginya. Tetapi perempuan yang hobi menjahit tersebut tidak pernah putus harapan. Sesekali mengeluh tentu saja wajar, tetapi Ia selalu optimis. Ia menjadi penyemangat sekaligus konsultan bagi sesama pasien dan keluarga pasien. Diagnosanya seputar keluhan pasien jarang meleset. Banyak yang berkonsultasi padanya, meski Ia tidak mendapatkan gelar dokter, Ia telah menjadi dokter bagi ratusan pasien GGK.

Sebagai pelaku, perempuan 40 tahun tersebut tahu persis, tidak hanya persoalan kesehatan pasien GGK tetapi juga ‘rasanya’ menjadi seorang pasien. Ia berpraktek dengan dirinya sendiri, menjadi pasien sekaligus dokter bagi dirinya sendiri. Ia ketat menjaga pola makan dan minum. Rajin berolah raga, dan tetap gembira. Semakin lama menjadi pasien GGK, permasalahan pun semakin kompleks, pengeroposan tulang, nyeri sendi, semua sudah Ia alami. Jalannya pun tidak tegak lagi, tapi harapan dan semangatnya tidak pernah roboh. Semangatnya adalah pelita bagi dirinya dan pasien lainnya.

Ary telah menemukan hidupnya kembali. Di usia cantiknya Ia kembali mendapatkan semangat mudanya yang pernah hilang. Ia adalah bibi saya yang telah menginspirasi saya untuk belajar menjadi dewasa.

>> kembali >> Ary >> Informatie >> Publicaties